Sunday, July 24, 2011

MANFAAT TIDUR SIANG HARI

Tubuh manusia ibarat mesin yang jika tanpa dilakukan perawatan maupun istirahat, tidak dapat melakukan pekerjaan/ kegiatan secara optimal. Nah istirahat ini salah satunya dengan tidur.
Tidur berguna untuk mengistirahatkan, juga untuk memperbaiki kerusakan jaringan sel dengan mengganti sel-sel yang rusak dengan yang baru setelah beraktivitas seharian.
Semakin baik kualitas tidur maka semakin baik pula efeknya bagi tubuh. Tidur dengan kualitas baik dapat dicapai dengan tidur dalam waktu cukup, tidak terlalu lama dan tidak terlalu sebentar, serta tidak tidur terlalu larut.
  1. Berapa lama waktu tidur?
Institusi American Cancer Society dan UCSD pernah melakukan penelitian tentang korelasi lama waktu tidur dan tingkat kematian. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh bawa kebiasaan tidur yang lebih dari 8 jam memiliki kecenderungan tinggi untuk meninggal dengan cepat. Waahh  serem kan??
Hal serupa juga diungkapkan oleh Jim Horne, Ph.D, dari Loughborough University Inggris bahwa kebanyakan tidur ibaratnya seperti kebanyakan makan atau kebanyakan minum yang artinya memberi tubuh melebihi yang dibutuhkannnya.
Tidur terlalu lama dapat mengakibatkan tubuh menyerap limbah dan uap-uap kotor kembali, sedangkan kurangnya waktu tidur juga akan merugikan bagi kesehatan karena tubuh tidak diperbaharui dan dipulihkan lagi dengan baik.
Hal ini dipertegas oleh penelitian yang dilakukan oleh Christian Benedict, Universitas Uppsala di Swedia, yang menunjukkan bahwa kekurangan tidur pada satu malam dapat memperlambat metabolisme pada keesokan paginya otak yang kurang tidur akan menunjukkan aktivitas seperti tidur di beberapa bagian yang seharusnya terbangun ketika tubuh manusia sedang terbangun.
Kurangnya waktu tidur dapat mengakibatkan:
  1. Gangguan memory dan mood. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidur yang kurang dapat menyebabkan daya berpikir menurun, sulit untuk fokus, dan pikiran akan lebih mudah bingung. Selain itu, orang yang kurang tidur dalam waktu lama memiliki resiko lebih besar untuk terkena depresi.
  2. Lebih beresiko terkena penyakit jantung. Tidur yang kurang juga bisa berpengaruh negatif pada hati dan pembuluh darah yang juga memainkan peran dalam penyakit jantung.
  3. Lebih rentan terserang penyakit. Kurangnya porsi tidur dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi, sehingga tubuh akan lebih rentan.
  4. Memiliki resiko mengalami diabetes dan obesitas lebih tinggi. Orang yang kurang tidur lebih memilih makanan yang tinggi kalori dan karbohidrat sehingga memiliki kecenderungan untuk mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dibanding orang yang cukup tidur.
  5. Kapankah sebaiknya harus mulai tidur?
Selain lama waktu tidur, kapan waktu untuk tidur juga berpengaruh terhadap kesehatan. Tidur sebaiknya tidak terlalu larut malam, karena hal ini berhubungan dengan hormon tubuh bernama melatonin. Melatonin diproduksi sebuah kelenjar di otak dan pengeluarannya tidak terus-menerus sepanjang hari tetapi mengikuti siklus tubuh yang dikenal sebagai irama sirkadian.
Hormon ini mulai dihasilkan ketika matahari terbenam dan mencapai puncaknya antara pukul 02.00-03.00. Fungsi melatonin adalah sebagai antioksidan, sistem imunitas tubuh, juga pengatur jam biologis tubuh. Hormon melatonin dihasilkan di waktu gelap, dimulai saat matahari terbenam, dan adanya cahaya mengganggu pengeluarannya. Namun, seiring bertambahnya waktu, saat produksi melatonin terus meningkat hingga mencapai puncaknya antara pukul 02.00-03.00, ternyata sedikit demi sedikit cahaya harus dikurangi. Ketika terus terpapar cahaya, maka produksi dan efek medisnya tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Terutama saat masih menonton TV hingga larut malam, maka cahaya yang ditimbulkan serta gelombang elektromagnetik pada TV dapat mengacaukan produksi melatonin.

Tidur merupakan kegiatan rutin yang tidak dapat diremehkan. Persiapan tubuh saat tidur akan menentukan bagaimana kondisi tubuh saat bangun. Persiapan yang baik akan membawa tubuh pada kondisi baik saat bangun, sedangkan persiapan yang buruk akan membawa sebaliknya. Alangkah baiknya jika kita mulai membiasakan hal ringan seperti tidur cukup dan tidak terlalu larut untuk hidup yang lebih baik dan untuk hidup lebih sehat.

Tidur siang oleh sebagian orang dianggap sebagai suatu hal yang dapat mengurangi produktivitas. Menit -menit yang berharga bagi mereka dirasa sayang jika digunakan untuk sekedar beristirahat atau tidur siang. Tapi benarkah bahwa tidur siang merupakan tanda seorang pemalas?
Waktu tengah hari merupakan masa yang paling sesuai untuk tidur sekejap, karena sistem badan kita memang bersedia untuk memanfaatkan fase tidur pada waktu tersebut. Seorang pakar tentang tidur dari Cornell University, Dr. Jmes Mass merumuskan bahwa tidur di tengah hari sekitar 15-30 menit sudah mencukupi untuk mengembalikan tenaga dan menjaga kesehatan. Sedangkan pakar kesehatan yang lain, Donald Greeley mengatakan bahwa tidur di tengah hari akan mendatangkan manfaat selama dilakukan tidak lebih dari satu jam.
Seorang profesor di Boston University, Bill Antony berpendapat bahwa tidur siang merupakan peristiwa alami dan sama sekali tidak merugikan perusahaan dari segi produktivitas. Ichard Wiseman, seorang psikolog juga berpendapat bahwa dari hasil risetnya menunjukkan otak manusia bekerja lebih kreatif dalam kondisi rileks dan nyaman dibandinkan di bawah tekanan. Bahkan disebutkan bahawa mimpi dalam tidur mampu menghasilkan kombinasi yang luar biasa yang terkadang dapat menghasilkan solusi yang menkjubkan.
Tidur siang ternyata mampu memberikan efek relaksasi. Para ahli menemukan bahwa hormon penyebab stres dapat mengalami penurunan pada orang-orang yang melakukan tidur siang. Berkurangnya hormon penyebab stres terssebut yang mamapu menimbulkan efek lain berupa efek relaksasi. Tubuh pun menjadi lebih segar dan kembali bertenaga.
Dari sebuah riset dilakukan uji terhadap 2 kelompok orang. Mereka diberikan tes yang menguji kecepatan dan ketelitian dalam 2 sesi. Kelompok yang pertama adalah orang-orang yang tidak melakukan tidur siang, sementara yang kedua adalah kelompok orang-orang yang melakukan tidur siang selama 20 menit. Hasilnya, skor pada kelompok yang tidak melakukan tidur siang mengalami penurunan pada sesi kedua. Hasil berbeda ditunjukan pada kelompok kedua, mereka tetap fokus dan mampu menyelesaikan sesi ke dua dengan kondisi yang prima. Hal tersebut jelas menggambarkan bahwa tidur siang yang ptimal mampu meningkatkan kewaspadaan dan kefokusan kita dalam melakukan suatu hal.
Dari uraian-uraian diatas telah jelas bahwa tidur siang mampu mengembalikan stamina tubuh selama tidak dilakukan secara berlebihan. Anda mau mencoba ?